Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada jam 20.00 WIB di rumah ketua kelompok tani (Bapak Mujiman) dan dihadiri oleh sekitar 15 anggota kelompok tani. Dalam kesempatan tersebut, Fadhlina Ristiya Dewi dan Sekar Kartika Rahmani mahasiswa program studi Agribisnis KKN UNDIP memperkenalkan pembuatan pestisida nabati padat berbahan dasar lengkuas, kunyit, cabai jamu, merica, dan bawang putih.
Bahan-bahan tersebut diolah dengan cara ditumbuk dan diperas untuk diambil sari aktifnya, kemudian dijadikan pestisida padat yang ramah lingkungan. Materi utama yang disampaikan adalah pengenalan hama Sundep, atau dikenal sebagai penggerek batang padi (Scirpophaga innotata), yang kerap menjadi penyebab utama kerusakan pada tanaman padi dimasa pertumbuhan awal.
Hama ini bekerja dengan cara bertelur di daun padi, telur tersebut akan berubah menjadi larva yang kemudian akan masuk kedalam batang untuk merusak jaringan di dalamnya. Tanaman yang terserang oleh penggerek padi ini akan rapuh, mengering, tidak mengeluarkan malai, dan akhirnya mati.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus tidak hanya menyebabkan ketergantungan, tetapi juga berdampak buruk terhadap kesehatan tanah, lingkungan, dan manusia.
Oleh karena itu, pestisida nabati padat menjadi solusi alternatif yang lebih berkelanjutan. Selain itu, penggunaan pestisida nabati dari bahan dasar bumbu dapur juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani untuk mendapatkan pestisida yang mudah dijangkau dan didapatkan.
Pada kesempatan tersebut, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) daerah Klaten (Pak Sohib). Kedatangan bapak tersebut juga menambahkan informasi terkait hama sundep yang sebelumnya sudah sering menyerang daerah pertanian di Klaten.
"Melalui pestisida alami ini, kami berharap petani dapat mengendalikan hama sundep tanpa harus bergantung pada bahan kimia. Selain lebih aman bagi lingkungan, bahan-bahannya juga mudah didapat dan murah," jelas Pak Sohib malam itu.
Sesi sosialisasi dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan pestisida nabati, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga cara aplikasi di lahan sawah.
Para petani tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan menyambut baik alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, mahasiswi KKN memberikan leaflet bagi petani yang datang untuk mempermudah para petani yang ingin mempraktikkan kegiatan ini di rumah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKNT-146 Universitas Diponegoro dalam rangka mendukung pertanian berkelanjutan dan mendorong petani desa Pugeran untuk berinovasi dalam pengelolaan budidaya padi yang lebih sehat dan hemat biaya.
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Desa Pugeran, Pestisida Nabati Padat, Petani
Pengobatan Alternatif Muara Jambi Haji Abdul Azis Ahli Pembesar Alat Vital
19 Jun 2026, 5:59 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
12 Jun 2026, 8:19 WIB
Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
07 Jun 2026, 6:59 WIB
Transformasi Digital Industri Pertambangan: Transparansi, Efisiensi, dan Keberlanjutan
05 Jun 2026, 14:37 WIB
04 Jun 2026, 16:32 WIB
04 Jun 2026, 17:25 WIB
Tradisional
28 Mei 2026, 3:33 WIB
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Tradisional
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Tradisional
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...