Sritex, yang pernah menjadi raksasa industri tekstil Indonesia, akhirnya harus menyerah pada tekanan finansial dan persaingan global. Gagalnya restrukturisasi utang, krisis likuiditas, dan ketidakmampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan tantangan industri menjadi faktor utama kejatuhannya.
Sejarah Panjang Sritex
PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) didirikan pada 1966 oleh Lukminto, yang lahir dengan nama Ie Djie Shin di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Sebelum menjadi perusahaan tekstil raksasa, Sritex bermula sebagai toko kain di Pasar Klewer, Solo. Seiring waktu, bisnis ini berkembang menjadi industri tekstil yang memproduksi kain hingga pakaian jadi.
Baca Juga : Kemenperin Fasilitasi Industri Serap Garam Lokal Lebih dari 1 Juta Ton
Pada 1982, Sritex mulai memasok kain untuk seragam militer, termasuk untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keberhasilan ini membuka peluang ekspor ke berbagai negara, termasuk Jerman, yang menjadi tonggak pertumbuhan Sritex di pasar internasional.
Pada tahun 1990-an, Sritex mengembangkan bisnisnya dengan membangun pabrik pemintalan benang, penenunan kain, pencelupan, dan garmen di Sukoharjo, Jawa Tengah. Ekspansi ini menjadikannya salah satu pemain utama industri tekstil di Asia Tenggara.
Pada awal 2000-an, menjadi era keemasan bagi Sritex saat mengalami pertumbuhan pesat dengan ekspansi ke lebih dari 100 negara. Perusahaan ini dikenal sebagai pemasok seragam militer untuk lebih dari 30 negara, termasuk NATO dan Amerika Serikat.
Baca Juga : Enam Perusahaan di Jawa Tengah Terima Ijin Fasilitas Kawasan BerikatKata Kunci : Sejarah panjang perjalanan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang secara resmi akan tutup permanen pada 1 Maret 2025.
Pusat Pengobatan Alat Vital Semarang oleh Bapak Maulana, Terpercaya di Jawa Tengah dan Sekitarnya
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...