Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Teknologi
»
Detail Berita


Maraknya Tambang Ilegal di Indonesia : Menelisik Faktor Penyebab dan Dampaknya

Foto: Pengamanan alat berat dan truck di tambang ilegal oleh Polisi (ist)
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Semarang, Kilaswarta.com -- Aktivitas penambangan ilegal di Indonesia kian marak dan menjadi sorotan publik. Tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan merugikan negara dari sisi pendapatan.

Maraknya tambang ilegal ini juga dikeluhkan oleh pelaku tambang legal. Dilansir dari Kompas.com, sejumlah pengusaha tambang mendatangi Gubernur Sumatera Barat terkait maraknya tambang ilegal pada Senin (02/09/2024).

Sejumlah faktor diketahui menjadi pemicu utama, berikut beberapa faktor penyebab serta dampak maraknya tambang ilegal di Indonesia

Lemahnya Pengawasan dan Penegakan Hukum

Lemahnya pengawasan dari pemerintah menjadi salah satu faktor maraknya tambang ilegal. Meskipun sudah ada regulasi yang mengatur sektor pertambangan, penerapannya masih jauh dari efektif.

Data Kementerian ESDM menunjukkan hingga 2023, terdapat lebih dari 2.700 titik tambang ilegal tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Namun, upaya penertiban masih minim dan tidak merata. Pengawasan yang tidak optimal ini kerap disebabkan oleh kurangnya sumber daya manusia dan peralatan di lapangan.

"Keterbatasan anggaran untuk pengawasan menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya menekan aktivitas pertambangan ilegal," ujar seorang pejabat Kementerian ESDM yang enggan disebutkan namanya.

Penegakan hukum yang tidak tegas dan sering kali diwarnai suap juga memperparah situasi, sehingga para pelaku merasa aman beroperasi di luar aturan.

Keterlibatan Oknum dan Korupsi

Faktor lain yang turut memperparah kondisi ini ialah keterlibatan oknum pejabat, baik di tingkat pusat maupun daerah. Investigasi yang dilakukan sejumlah media mengungkap adanya aliran dana dari pelaku tambang ilegal ke pejabat untuk mendapatkan perlindungan. Praktik korupsi ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mencatat adanya kasus suap yang melibatkan izin pertambangan ilegal. Misalnya tahun 2022, KPK menangkap seorang Kepala Dinas di Kalimantan Timur yang menerima suap terkait izin pertambangan. Kasus seperti ini menunjukkan bahwa ada persoalan sistemik dalam pengelolaan izin pertambangan di Indonesia.

Keterlibatan oknum pejabat dan aparat dalam hal ini juga pernah diungkapkan oleh Mahfud MD saat Debat Cawapres lalu.

“Pertambangan di Indonesia banyak sekali ilegal dan itu di-backing aparat dan pejabat. Itu masalahnya,” ujar Mahfud.

Regulasi yang Tidak Efektif dan Sulit

Proses perizinan tambang yang panjang, birokratis, dan mahal sering menjadi alasan mengapa banyak pelaku usaha lebih memilih jalur ilegal.

Berdasarkan laporan World Bank, rata-rata proses perizinan pertambangan di Indonesia bisa memakan waktu hingga dua tahun. Situasi ini dimanfaatkan oleh para pelaku untuk menjalankan tambang tanpa izin resmi. Mereka lebih memilih jalan pintas ketimbang harus berurusan dengan prosedur yang rumit dan berbelit-belit.

Regulasi yang ada pun kerap tumpang tindih dan kurang sinkron antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini menyebabkan kebingungan dalam pelaksanaan di lapangan.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Dampak dari aktivitas tambang ilegal tidak bisa dianggap remeh. Di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, misalnya, aliran Sungai Kapuas tercemar akibat limbah tambang emas ilegal. Air sungai yang dulunya menjadi sumber kehidupan masyarakat kini berubah menjadi ancaman kesehatan.

Laporan Greenpeace tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 60% sungai di Indonesia tercemar oleh limbah pertambangan, baik itu legal maupun ilegal.

Dari segi sosial, tambang ilegal juga memicu konflik antarwarga dan pelanggaran hak asasi manusia. Banyak kasus pekerja tambang yang diperlakukan tidak manusiawi dengan kondisi kerja yang buruk dan tanpa jaminan keselamatan.

Kerugian Ekonomi Negara

Tambang ilegal juga berdampak signifikan terhadap perekonomian negara. Pajak dan royalti yang seharusnya masuk ke kas negara justru dinikmati segelintir orang. Kementerian Keuangan memperkirakan bahwa negara kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 23 triliun per tahun akibat tambang ilegal.

Bahkan, hasil tambang ilegal ini sering kali dijual dengan harga lebih rendah ke pasar gelap, mengganggu harga pasar dan merugikan pelaku tambang resmi. Hal ini tentu saja menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional, terutama di sektor energi dan sumber daya alam.

Solusi Persoalan Tambang Ilegal

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu mengambil langkah serius dan sistematis. Penegakan hukum harus diperkuat dengan menindak tegas para pelaku, termasuk oknum yang terlibat. Proses perizinan perlu disederhanakan agar lebih transparan dan mudah sehingga pelaku usaha tidak lagi memilih jalur ilegal.

Halaman :

Kata Kunci : Maraknya Tambang Ilegal di Indonesia Menelisik Faktor Penyebab dan Dampaknya

Sorotan

Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Pugeran Peduli Lingkungan

22 Jan 2026, 16:31 WIB

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua