“Para juri menghargai nominasi warga negara, tetapi dalam beberapa kasus, tidak ada cukup bukti langsung tentang korupsi yang signifikan atau pola pelanggaran yang sudah berlangsung lama,” kata Penerbit OCCRP Drew Sullivan.
"Namun, jelas ada persepsi yang kuat di antara warga negara tentang korupsi dan ini seharusnya menjadi peringatan bagi mereka yang dinominasikan bahwa masyarakat sedang mengawasi, dan mereka peduli. Kami juga akan terus mengawasi," imbuhnya.
Proses seleksi akhir OCCRP didasarkan pada penelitian investigasi dan keahlian kolektif jaringan global. Penghargaan ini menyoroti sistem dan aktor yang memungkinkan terjadinya korupsi dan kejahatan terorganisasi, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat akan kebutuhan berkelanjutan untuk mengungkap ketidakadilan.
Baca Juga : Ada Dugaan Pelanggaran HAM Dibalik Aktivitas Tambang di Musi Banyuasin, Berikut Kronologinya
Indeks Persepsi Korupsi Indonesia di Era Jokowi
Masuknya Jokowi dalam daftar finalis Person of the Year 2024 versi OCCRP menimbulkan perdebatan di media sosial. Beberapa pihak melihatnya sebagai cerminan dari persepsi publik terhadap upaya pemberantasan korupsi selama masa kepemimpinannya.
Untuk diketahui, selama dekade kepemimpinan Jokowi, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia mengalami fluktuasi. Pada 2014, IPK Indonesia berada di angka 34. Indeks ini sempat membaik pada tahun-tahun berikutnya, mencapai 40 pada 2019. Namun, setelah itu, IPK Indonesia kembali menurun, mencapai angka 34 pada 2022 dan 2023, sama dengan nilai saat Jokowi pertama kali menjabat sebagai presiden. (*)
Baca Juga : Indonesia dan Kanada Jalin Kerjasama Sektor Mineral Kritis dan Transisi EnergiKata Kunci : Ini Pernyataan Resmi OCCRP Atas Masuknya Jokowi Dalam Nominasi Person of The Year 2024
Tinjomoyo Berpotensi Jadi Lokawisata Alam Ikon Semarang Asal Dikelola Serius dan Konsisten
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Balikpapan Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Prabumulih Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...